"Jadi pencegahan korupsi saja, bukan pemberantasan korupsi," kata Deputi Koordinator ICW Adnan Topo Husodo dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta, Rabu malam (5/12/2007).
Adnan beralasan bahwa lembaga itu nantinya tidak akan punya gigi untuk mengusut kasus-kasus besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnan lalu membeberkan rekam jejak Antasari yang dinilainya meragukan. Saat bertugas sebagai jaksa, komitmen Antasari untuk mengusut dugaan korupsi para kepala daerah tempat yang bersangkutan pernah bertugas tidak pernah terlihat.
"Ini menjadi pertanyaan penting. Orang seperti itu bagaimana bisa memimpin KPK. Seharusnya yang menjadi ketua orang yang tegas dan cepat dalam membongkar korupsi," tandasnya. (ndr/rmd)











































