Hal ini disampaikan oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu dalam sebuah diskusi di acara UNFCCC, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/11/2007).
"Selama ini hutan kita jaga di Papua supaya terus lestari, lalu apa kompensasi untuk Papua terhadap usaha yang telah kita lakukan ini?" cetus Barnabas.
Dia mengatakan bahwa kompensasi yang diberikan dari pengurangan karbon melalui pelestarian hutan ini seharusnya tidak didapatkan dari mekanisme CDM (Clean Development Mechanism) saja.
"Jadi harus ada kompensasi lain bagi negara yang mereduksi emisi selain dari 2 persen hasil CDM," ujarnya.
Menurutnya, sumbangan Papua bagi penyerapan dan pengurangan emisi karbon bisa cukup maksimal selain hanya pelestarian hutan saja. "Kami juga bisa meningkatkan produksi green energy melalui biofuel, ini kan juga sangat membantu mengurangi emisi yang dihasilkan bahan bakar fosil," tutur Barnabas.
Disebutkan dia, potensi pendapatan Papua dari hasil produksi bio fuel bisa mencapai US$ 2,5 miliar dengan 500 ribu Ha lahan sawit yang ada di Papua saat ini.
(dnl/ndr)











































