Demikian dikatakan siaran pers Delegasi RI pada Konferensi PBB Untuk Perubahan Iklim yang diterima detik.com di Bali, Rabu malam (5/11/2007).
Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa kegiatan kompensasi dilakukan dengan penanaman pohon di berbagai daerah, yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Bogor, penanaman hutan riset Carbon Sequestration untuk spesies Meranti 45 Ha, pinus 45 Ha, dan tanaman Accacia Manginum yang tumbuh cepat seluas 45 Ha;
3. Riau, perkebunan aneka Meranti seluas 64 Ha;
4. Kalimantan, perkebunan aneka Meranti seluas 4.000 Ha;
5. Kediri dan Jember, hutan pembibitan pinus yang dikelola Perhutani seluas 150 Ha.
Penanaman ini memiliki rata-rata cadangan karbon sebesar 200 ton setara CO2 per hektar, dan keseluruhan luas hutan bagi keperluan kompensasi ini adalah 4.500 Ha dengan total cadangan karbon sebesar 900.000 ton setara CO2 dan telah ditetapkan secara resmi olhe pemerintah RI sebagai lokasi kompensasi pelaksanaan UNFCCC ke-13 di Bali.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Delegasi RI Emil Salim mengatakan bahwa jumlah nilai dari hasil kompensasi ini juga bisa diperoleh dengan melakukan 2 hari Nyepi di Bali. "Nyepi bisa mengurangi emisi karbon sekitar 21 ribu ton dalam sehari," jelasnya.
(dnl/ndr)











































