"Kalau ada daerah yang minta ya kita lakukan," kata Kepala Batan, Hudi Hastowo, dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2007).
Dia menjelaskan, Batan akan melacak potensi air tanah dalam dengan mendeteksi gas tertentu. "Kita menggunakan radio nuklida yang bisa dijadikan prekursor (sinyal yang mendahului suatu gejala)," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Malang kemarin itu sampai sekitar 1 liter per detik. Untuk daerah yang kesulitan air, itu hal yang luar biasa," ujarnya.
Selain melacak keberadaan air tanah dalam, Batan juga mampu memberi informasi lengkap terkait potensi dan keamanan eksplorasi. Dia pun meminta agar pemda setempat tidak menyia-nyiakan hal itu.
"Pengelolaannya jangan semena-mena. Air tanah dalam itu air yang isi ulangnya lama. Mengisi lagi perlu ratusan tahun," imbuhnya. (fiq/nrl)











































