Update Korban Tewas Akibat Gempa NTT: 71 Orang

Update Korban Tewas Akibat Gempa NTT: 71 Orang

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 16:37 WIB
Rubble is scattered in the operating room of the Ben Mboi Manggarai regional hospital in the aftermath of an earthquake, in Ruteng, Manggarai regency, East Nusa Tenggara province, Indonesia, August 17, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Gempa di NTT (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Kupang -

Korban tewas akibat gempa dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah satu orang. Kini total korban tewas menjadi 71 orang.

"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Berton menyebut BNPB turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban gempa NTT. "Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat tempat pengungsian dan daerah terdampak di NTT," kata Berton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa Susulan

Gempa susulan terus terjadi di NTT usai gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang beberapa hari lalu. BMKG mencatat sudah terjadi 3.002 gempa susulan.

"(Update) tanggal 19 Agustus 2026 pukul 14.00, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.002 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 1,1 sampai 6,2," ujar Deputi Bidang Geofisika, BMKG, Nelly Florida Riama.

Nelly mengatakan sebanyak 86 gempa susulan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Kemudian, 25 gempa susulan bermagnitudo lebih dari 5.

Nelly menyebut gempa susulan di NTT cukup banyak karena bagian dari proses pelepasan energi. Ia memprediksi gempa susulan di NTT masih terjadi beberapa hari ke depan.

"Perlu diketahui masyarakat gempa susulan ini cukup banyak kenapa karena itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah terjadinya gempa utama yang besar," sambungnya.

Saksikan Live DetikSore:

(isa/dhn)


Berita Terkait