"Saya akan giring FPAN memperjuangkan itu," tegas Ketua FPAN DPR Zulkifli Hasan dalam diskusi Memberantas Narkoba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2007).
Meski memperjuangkan hukuman keras bagi bandar dan pengedar, FPAN meminta ada batasan hukuman yang jelas bagi pengguna narkoba. Batasan ini harus digarap serius agar memberikan efek jera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budayawan Taufiq Ismail menilai penggunaan narkoba di kalangan artis merupakan fenomena gunung es yang harus ditangani serius. Apalagi BNN sempat kecele dengan memaskotkan Roy Marten sebagai figur yang bebas narkoba. Padahal dia masih pengguna berat narkoba.
"Bahaya narkoba sungguh telah merasuk ke relung-relung kehidupan anak bangsa, di jalan-jalan, di sekolahan dan di mana-mana. Sungguh kami geram. Pak polisi, hakim, jaksa, berhentilah menjadi backing para cukong, bandar dan pengedar," tuturnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Seniman Indonesia Antinarkoba, Hardi. Menurutnya, fenomena narkoba di lingkungan artis sudah sangat mengkhawatirkan. Ini terjadi karena terdapat adigium menyesatkan di kalangan mereka, jika tidak mengkonsumsi narkoba dianggap kurang oke dan tidak percaya diri.
Selain itu konsumsi narkoba dipahami sebagai merangsang kreativitas, menyuburkan imajinasi dan menambah stamina, serta merangsang gairah seks.
"Kenapa banyak sekali artis besar yang berlevel internasional maupun lokal yang terkena jerat narkoba? Ini karena adanya mitos sesat tadi. Itu semua bohong!" cetusnya.
Hardi mencontohkan beberapa artis yang meregang nyawa akibat narkoba seperti Elvis Presley, Marilyn Monroe, Bob Marley, anak kandung Iwan Fals, Galang Rambu Anarki, dan sebagainya.
(umi/nrl)










































