"Kita terus melakukan analisis dengan tapak (calon lokasi PLTN) di Muria," kata Kepala Batan Hudi Hastowo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2007).
Pada analisis tersebut, Batan menggunakan asumsi pembangunan PLTN dimulai 2008. Batan mempersiapkan aspek teknis, antara lain persyaratan dan standar internasional untuk pembangunan PLTN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Muria itu kegiatan kita sudah banyak, kajian kita lengkap. Kalau dikejar, go, kita siap. Inpres atau Keppres sudah bilang pembangunan oke, kita go," ujarnya.
Menurut Hudi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mempersiapkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Pihak KLH pun merekomendasikan hal itu.
"Sekitar 3 minggu lalu, saya bertemu dengan sekretaris Menneg LH, deputinya. Beliau katakan, meskipun belum ada organisasinya, bikin saja (amdal). Ini untuk mempercepat proses selagi status hukum pembangunannya tidak jelas," jelasnya. (fiq/sss)











































