Serba-serbi Granat Aktif Bikinan Inggris Ditemukan Pemulung Bekasi

Serba-serbi Granat Aktif Bikinan Inggris Ditemukan Pemulung Bekasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 06:31 WIB
Penemuan granat di Tambun Selatan, Bekasi. (Dok. Istimewa)
Penemuan granat di Tambun Selatan, Bekasi. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Penemuan granat aktif menggegerkan warga di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Benda itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung.

Dirangkum detikcom, Rabu (19/8/2026), granat ditemukan pada Senin (17/8) malam. Warga kemudian segera melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.

"Informasi awal diterima setelah seorang pemulung melihat benda mencurigakan, kemudian dilaporkan warga ke Polsek Tambun Selatan," ujar Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti kepada detikcom, Selasa (18/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Jibom Turun Tangan

Anggota tim Jibom Polda Metro Jaya dikerahkan ke lokasi untuk proses evakuasi. Granat aktif itu lalu dibawa ke markas untuk dilakukan tindakan disposal.

"Tim Jibom Polda Metro Jaya melakukan evakuasi terhadap benda tersebut untuk kemudian dibawa ke Markas Gegana guna dilakukan disposal sesuai prosedur," kata Wuryanti.

"Granat diperkirakan barang jadul, sudah sangat berkarat. Belum diketahui asalnya dari mana," kata Wuryanti.

Granat Buatan Inggris

Polisi menyelidiki granat yang ditemukan pemulung di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Polisi mengatakan granat tersebut masih aktif dan diduga buatan Inggris.

"Berdasarkan hasil penanganan Tim Jibom, benda tersebut merupakan bom militer jenis granat tangan dengan diameter sekitar 60 mm, panjang 100 mm, berat 410 gram, kondisi aktif berkarat, dilengkapi safety pin dan safety lever, serta diduga buatan Inggris," kata Wuryanti.

Granat itu sudah dibawa ke Markas Gegana Polda Metro Jaya. Selanjutnya akan dilakukan disposal atau dimusnahkan.

Granat tersebut ditemukan pada Senin (17/8) malam. Begitu mendapatkan laporan, petugas langsung memasang garis polisi dan mengimbau warga untuk menjauhi lokasi penemuan sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Halaman 2 dari 2
(ygs/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini