Pemanggilan Obligor BLBI Jangan Jadi Label Keseriusan Aparat

Pemanggilan Obligor BLBI Jangan Jadi Label Keseriusan Aparat

- detikNews
Rabu, 05 Des 2007 14:28 WIB
Jakarta - Pemanggilan obligor alias pengemplang BLBI oleh Kejagung pada Kamis 6 Desember 2007 jangan dijadikan label keseriusan aparat penegak hukum. Pemanggilan harus benar-benar serius.

Demikian tuntutan 80 orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat Skandal (ARMS) BLBI di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2007).

Mereka menggelar orasi di depan pintu gerbang depan Kejagung sambil mendorong pagar Kejagung serta membawa bendera Merah Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, mereka memajang poster. Isi poster antara lain bertuliskan "Anthony Salim koruptor BLBI Rp 52 triliun", "Gantung Anthony Salim di Tugu Monas" dan "Sita seluruh aset untuk rakyat".

Mereka juga membentangkan baliho warna kuning bergambar Jaksa Agung Hendarman Supanji di pagar Kejagung dan bertuliskan "Telah lama rakyat Indonesia menderita, sudah waktunya Salim penjahat BLBI, perampok uang rakyat kita penjarakan".

Koordinator Aksi, Anis menyatakan, momentum pemanggilan obligor BLBI harus mendapatkan pengawalan untuk meminimalisir berbagai anasir-anasir hukum dan politik yang mencoba untuk mengintervensi proses tersebut.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan mogok makan oleh sekitar 20 anggota ARMS di depan pintu gerbang depan Kejagung. (nik/sss)


Berita Terkait