Pertempuran sengit itu melibatkan kelompok mahasiswa dari Fakulutas Teknik Jurusan Geologi dan Jurusan Perkapalan. Keduanya terlibat baku lempar batu di dalam kampus, tepatnya di dekat gedung Fakultas MIPA, Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (5/12/2007).
Namun di tengah peristiwa tersebut, nasib sial dialami dua orang kameramen televisi. Keduanya diteriaki kemudian dikejar-kejar saat mengambil gambar dari lantai II gedung FMIPA.
"Awas wartawan...awas wartawan," terika para mahasiswa sambil mengejar kedua kameramen tersebut. Para mahasiswa tersebut tak ingin kejadian memalukan ini diliput para jurnalis.
Beruntung kedua wartawan tersebut bisa melarikan diri sehingga lolos dari amukan para mahasiswa. Keduanya terbirit-birit bersembunyi ke gedung Fisipol.
Untuk meredakan perbuatan anarkis kaum intelektual muda itu, sejumlah aparat kepolisian sudah didatangkan ke kampus Unhas. Para petinggi kampus tersebut terlihat sibuk meredam situasi. (djo/nrl)











































