"Itu bukan hal yang buruk. Orang berdagang dan saling memberikan keuntungan dan kemakmuran," ujar anggota komisi UE Artur Runge-Metzger dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim (UNCCC) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12/2007).
Alhasil pernyataan ini sempat membuat banyak wartawan yang hadir sedikit bingung. Sebab selama ini UE dikenal sebagai kelompok yang menentang pembalakan liar. Tetapi kebingungan itu tidak berlangsung lama. Ternyata omongan Artur belum selesai. "Yang buruk itu kalau yang diperdagangkan adalah kayu ilegal," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk memberangus perdagangan kayu ilegal, UE menjalin kerjasama dengan sejumlah negara yaitu Indonesia, Malaysia, Ghana, dan Kamerun. UE menciptakan sistem yang memungkinkan suatu kayu dapat dilacak dari mana asalnya.
"Kami tidak ingin kayu-kayu ilegal masuk Eropa. Kayu-kayu itu harus diidentifikasi," Tegasnya.
Selain itu, keempat negara harus bisa menegakkan hukum agar pembalakan liar tidak tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Untuk mendukung identifikasi dan penegakan hukum, UE mendanai upaya tersebut tiap tahun. "Kita sediakan 40 juta Euro tiap tahunnya," pungkasnya. (iy/iy)











































