Pesan Kelestarian Alam dalam Gemulai Tari Tri Hita Karana

Pesan Kelestarian Alam dalam Gemulai Tari Tri Hita Karana

- detikNews
Rabu, 05 Des 2007 13:05 WIB
Nusa Dua - Sekelompok penari Bali mementaskan tari Tri Hita Karana. Tarian tentang kelestarian alam ini mendapat standing applause dari para delegasi UNCCC, Nusa Dua, Bali.

Tri Hita Karana adalah tarian yang menceritakan filosofi Hindu. Ini adalah konsep hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam.

Filosofi ini mengajarkan manusia hidup harmonis dan menjaga kelestarian bumi. Hal ini digambarkan dalam tarian yang pertama menggambarkan alam yang harmoni dengan manusia dan berbagai binatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba-tiba datang manusia yang merusak hutan dan menebang pohon. Akibat ulah manusia, binatang lari ketakutan meninggalkan hutan. Hutan menjadi gundul dan terbakar. Banjir lalu datang disusul tanah longsor.

Binatang dan manusia mendapati hutan mereka sudah hancur. Di akhir tarian, dewa dewi muncul. Mereka marah melihat alam yang rusak. Manusia lalu bersujud minta ampun dan berjanji menjaga alam.

"Pesan tarian ini agar manusia tidak merusak alam dan melestarikan hutan," ujar pimpinan kelompok tari Nyoman Sura di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12/2007).

Sebanyak 200-an anggota delegasi UNCCC menonton pementasan tari yang digelar selama 30 menit ini. Bahkan mereka memberikan standing applause yang meriah dan lama.

Tarian ini dimainkan di halaman depan BICC oleh 35 orang yang berkostum sesuai karakter seperi air, api, tumbuhan, binatang, manusia dan dewa. Namun ada 20 pemain lain yang tidak bisa masuk BICC karena tidak memiliki ID card.

"Mereka nggak punya ID card, syukur penari dan pemain musiknya terwakili," ujar Sura lega.
(fay/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait