Calon Panglima Diminta Jaminan TNI Netral Saat Pemilu 2009

Calon Panglima Diminta Jaminan TNI Netral Saat Pemilu 2009

- detikNews
Rabu, 05 Des 2007 12:50 WIB
Jakarta - Calon Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso diminta jaminannya agar TNI bisa bersikap netral saat Pemilu dan Pilpres 2009. Djoko dikhawatirkan tidak netral ketika Presiden SBY yang mengangkatnya menjadi panglima ikut lagi dalam Pilpres mendatang.

"Sebagai panglima nantinya, saya ingin mendapat jaminan apakah Bapak bisa bersikap netral dalam Pemilu dan Pilpres 2009, karena kemungkinan besar Presiden yang sekarang akan mencalonkan lagi," cetus anggota Komisi I dari FDPIP Pupung Suharis.

Pupung meminta jaminan sikap netral Djoko yang kini menjabat KSAD dalam tanya jawab fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pupung, netralitas TNI sangat diperlukan, mengingat anggota TNI tersebar luas di seluruh Indonesia, baik di tingkat Kodam, Kodim, maupun Koramil.

Dia berharap Djoko bisa menjadi contoh yang baik untuk prajuritnya dalam bersikap netral. "Saya ingin Bapak betul-betul netral, karena Presiden yang mengangkat Bapak belum tentu terpilih lagi. Jadi harus netral," pintanya.

Loreng

Pupung juga menyinggung banyaknya ormas dan satgas parpol yang menggunakan seragam loreng, sehingga dinilai sudah mengkhawatirkan. Meski coraknya bermacam-macam, namun karakteristik mereka seperti tentara dan militer.

"Seperti kejadian kemarin, ada ormas yang menyeret dan memukul PNS di Kecamatan Kampung Makassar. Mereka bergaya seperti tentara betulan, apakah Bapak setuju kalau mereka ditempelengin," ujar Pupung.

Sementara anggota Komisi I lainnya dari FPG Yuddy Chrisnandi menyampaikan kekecewaan kepada Djoko. Sebab makalah visi dan misi Djoko menempatkan soal kesejahteraan prajurit dalam poin terakhir.

Dia juga mempertanyakan kepada Djoko, apakah bisa menyelesaikan masalah kesejahteraan itu dengan baik, karena sepeninggal mantan Panglima TNI Jenderal M Yusuf, tidak ada lagi jenderal yang memperhatikan kesejahteraan prajuritnya.

"Makanya Jenderal harus punya komitmen untuk itu dan lebih baik dalam perencanaan soal ini. Jenderal jangan seperti para pendahulunya," pinta Yuddy.

Yuddy juga menekankan agar Djoko memiliki komitmen memberantas KKN di lingkungan TNI, khususnya terkait pengadaan alutsista. Karena TNI selama ini sering mendahulukan kepentingan pengusaha etnis tertentu daripada pengusaha pribumi.

(umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads