Aksi unjuk rasa ini digelar 20-an orang waria di depan Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/12/2007).
Ketua Arus Pelangi Ridho Triawan dalam orasinya mendesak Pemprov DKI Jakarta menindak tegas anggota Satpol PP yang perilakunya sudah keterlaluan. Operasi penertiban selama ini lebih mirip penyerangan dan berbau kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tewasnya Elly Suzanna, disebutnya sebagai contoh perilaku keterlaluan Satpol PP. Kejadian berlangsung pada 17 November lalu di Taman Lawang, Jakarta Pusat.
Seperti biasa, malam itu Elly sedang 'gaul' dengan teman-temannya sesama waria. Mendadak belasan orang anggota Satpol PP datang melakukan penyerangan dengan melempari batu ke arah waria yang sehari-hari mangkal di sana.
Mendapat serangan tak terduga itu para waria spontan membubarkan diri. Tiga orang yang sempat tertangkap diceburkan ke sungai Ciliwung yang mengalir di Manggarai-Dukuh Atas, dan Elly Suzanna termasuk satu di antaranya.
Karena panik, Elly malah tenggelam dan terbawa arus. Jasad pemilik salon rias pengantin di Kramat Sentiong itu baru ditemukan sore keesokan harinya. Mayat Elly mengambang di Kali Cideng dengan luka memar di sekujur tubuh.
Komunitas waria dan LSM Arus Pelangi telah melaporkan kasus ini ke Komnas HAM dan kepolisian. Bila hingga akhir Desember tidak ada tindakan tegas pada oknum Satpol PP bersangkutan, unjuk rasa lebih besar akan mereka gelar. (lh/umi)











































