Sekali alarm berbunyi, petugas langsung sigap menggeledah. Seluruh kantong pakaian dan barang bawaan diraba untuk mencari tahu benda logam apa yang menyebabkan sensor alarm berbunyi.
Tapi bagaimana bila yang melewati pintu sensor adalah rombongan penari Bali lengkap dengan perangkat gamelannya? Tentu saja alat sensor itu memekik tiada henti hingga memekakkan telinga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alarm terus berbunyi sampai seluruh penarinya lolos dari gerbang metal detector. Tapi para petugas tidak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum maklum, sebab para penari itu datang mengenakan pakaian tari yang memang penuh ornamen terbuat dari logam kuningan.
Kini giliran perangkat gamelan yang jadi masalah. Sesuai prosedur, seluruh barang bawaan harus menjalani pemeriksaan X-Ray, tapi membongkar gamelan satu persatu agar bisa masuk box detector sungguh sangat merepotkan dan makan waktu.
Untung saja petugas keamanan bertindak bijak. Mereka tidak ngotot agar perangkat gamelan masuk kotak X-Ray. Pemeriksaan akhirnya dilakukan manual dengan melongok dan meraba bagian dalam kenong dan gong.
Para penari akan menyuguhkan tarian Tri Hita Karana. Tarian ini berangkat dari filosofi Hindu yagn berkisah tentang harmonisasi hubungan di bumi, baik hubungan antarmanusia, manusia dengan binatang, manusia dengan tumbuhan, dan manusia dengan Tuhan. (lh/sss)










































