Sekolah perang itu dibeberkan Djoko yang kini masih menjabat KSAD saat dia menjelaskan misi dan visinya sebagai Panglima TNI nanti.
Fit and proper test yang berlangsung di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2007) itu dipimpin Ketua Komisi I Theo L Sambuaga.
Sekolah perang di masa depan, kata Djoko, sangat penting. Sekolah itu bisa dikelola Departeman Pertahanan, di mana semua kalangan termasuk masyarakat umum bisa terlibat dalam latihan di sekolah itu untuk meningkatkan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (hankamrata).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sekolah perang, Djoko juga menyentil soal reformasi internal di tubuh TNI. Pada hakikatnya, kata dia, reformasi internal TNI menjadi tekad dan komitmen TNI untuk membenahi struktur dan institusi TNI.
Hal ini dilakukan secara konseptual untuk menata kembali fungsi dan tugasnya, termasuk meningkatkan profesionalisme. "Untuk itu TNI akan tetap melanjutkan reformasi internal yang dilakukan dengan mengubah doktrin TNI dari Tri Dharma Catur Dharma menjadi Tri Dharma Eka Karma," katanya.
Tidak hanya itu, reformasi yang kini sedang berjalan juga menyangkut struktur, menghilangkan fungsi sospol dan mengubah kultur prajurit. Dalam hal ini terkait pola pikir maupun sikapnya, termasuk bagaimana meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit.
Dia juga menyampaikan, misi TNI ke depan tetap berorientai pada rancangan strategis tahun 2005-2009 dan postur TNI 2005-2024.
(umi/nrl)











































