Tidak ada tenda yang memayungi mereka, hanya beralaskan kain terpal biru. Sinar mentari cukup membuat Foke dan warga harus rela berpanas-panasan di lapangan terbuka.
Foke yang berkacamata hitam hadir di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (5/12/2007) untuk memperingati HAM dan global warming bersama warga miskin dari 14 kota se-Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada subsidi bagi warga dari pemerintah seperti minyak tanah. Di kota besar telah dilakukan pemberian beras untuk warga miskin," kata Foke yang mengenakan batik hijau lumut.
Sementara Ketua Urban Poor Consortium Wardah Hafidz mengingatkan semua warga punya hak untuk hidup damai dan adil, serta perlu ada penyatuan antara desa dengan kota.
Untuk itu, lanjut dia, digelar workshop yang mengingatkan semua warga punya hak meningkatkan kemampuan pada 5-10 Desember di Tugu Proklamasi.
Tampak sejumlah stand dari bambu didirikan. Ada pusat daur ulang serta ruang pameran kerajinan warga seperti kayu, foto, tas, lukisan, dan boneka. (sss/ana)











































