Hal tersebut disampaikan Kepala Administrator Bandara (Adbandara) Soekarno-Hatta Herry Bhakti ketika dihubungi detikcom, Rabu (5/12/2007).
"Nomor suku cadangnya bisa dibaca, walaupun ada beberapa bagian yang sobek," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi yang dia terima, nomor identifikasi tersebut tidak terdapat dalam buku manual jenis pesawat Boeing. "Katanya part number pesawat Boeing tidak ada yang seperti itu," ujar dia.
Hingga Rabu pukul 09.20 WIB, lanjut Herry, belum ada maskapai yang melapor ada bagian cover pesawatnya yang lepas. "Seharusnya mereka tidak perlu takut melapor. Mereka (maskapai) itu kan belum tentu salah," kata dia.
Menurut peraturan, maskapai yang mengalami insiden seperti itu harus melapor 2x24 jam. Kalau tidak, maka pihak Adbandara akan terus menyelidiki maskapainya.
Menurut Herry, landas pacu 07 selatan rata-rata digunakan maskapai yang boarding dari terminal 1 domestik. Tapi, lanjutnya, Garuda Indonesia, yang boarding dari terminal 2 memakai landas pacu yang sama, kalau landas pacu 07 utara sedang penuh.
"Jadi kita tidak bisa menduga-duga seperti itu," kata dia.
Kini bagian pesawat itu berada di pihak kantor Adbandara untuk diselidiki bersama inspektur dari Direktorat dan Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU) Ditjen Perhubungan Udara Dephub. (nwk/sss)











































