Β
Pameran menampilkan berbagai bukti sejarah dan budaya ini berlangsung selama sepekan, Selasa (4/12/2007) hingga Selasa (11/12/2007). Benda-benda budaya Islam itu dibagi dalam enam tema, yakni daur hidup, sarana ritual, kebutuhan hidup sehari-hari, arsitektur dan kaligrafi, naskah Islam, dan sistem pemerintahan.
Β
"Pameran ini merupakan pendidikan bagi masyarakat bahwa kebudayaan Islam sudah sangat tua masuk ke Sumatera," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan Dwi Priyono, seusai membuka pameran, di Museum Balaputra Dewa, Jl Kol. Haji Burlian, Palembang, Selasa (4/12/2007).
Β
"Jadi, saya harapkan pameran ini menjadi ajang pembelajaran kita bersama mengenai sejarah dan budaya bangsa kita," lanjutnya.
Benda-benda budaya Islam itu selain berasal dari Palembang, juga dari Jambi, Lampung, Riau, Medan, Aceh, Padang, dan Bengkulu.
Misalnya Gleueng Jaroe Pucok Reubong yakni gelang emas bermotif kaligrafi Islam yang berasal dari Aceh, Khekat Akhin dari Lampung yakni tenun songket dengan kaligrafi Islam, Lehar atau tempat membaca Alquran dari Palembang. Lalu, Uang Petit dari Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naskah Islam sendiri banyak berasal dari Palembang dan Riau, seperti Piagam Kesultanan, Naskah Arab dan Kaganga, serta Gelumpai Tentang Nabi Muhammad.
(tw/djo)











































