Pengamat: Capres Daur Ulang, Pilpres 2009 Tidak Menarik

Pengamat: Capres Daur Ulang, Pilpres 2009 Tidak Menarik

- detikNews
Selasa, 04 Des 2007 17:53 WIB
Jakarta - Pemilu presiden berlangsung 2009 mendatang. Namun dapat ditebak siapa-siapa tokoh yang akan memperebutkannya. Mereka adalah tokoh-tokoh lama yang masih mengincar jabatan empuk tersebut.

Hal ini disebabkan belum ada capres baru yang memberi penyegaran dalam kancah perpolitikan nasional.

"Pemilu 2009 kurang menarik karena tokoh-tokoh yang keluar adalah tokoh daur ulang," ujar pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, dalam diskusi di Darmint Cafe, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (4/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ray, seharusnya capres yang pernah memimpin Indonesia di masa lalu tidak mencalonkan lagi dalam Pilpres 2009. "Mereka telah gagal," kata Ray.

Ray mengusulkan agar para politisi muda bisa tampil menjadi capres, sehingga akan muncul lagi Soekarno-Soekarno di masa datang.

"Kita usulkan supaya ke depan kita punya pemimpin bangsa yang usianya 35-an tahun, seperti Soekarno dulu," ujar Ray.

UU Pemilu kan tidak memungkinkan? "Harusnya diganti, syarat menjadi presiden 21 tahun. Itu kan sesuai dengan syarat menjadi presiden saat ini, yakni lulusan SMA. Lulusan SMA kan 20-an tahun," tandasnya. (anw/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads