Hal ini disebabkan belum ada capres baru yang memberi penyegaran dalam kancah perpolitikan nasional.
"Pemilu 2009 kurang menarik karena tokoh-tokoh yang keluar adalah tokoh daur ulang," ujar pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, dalam diskusi di Darmint Cafe, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (4/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray mengusulkan agar para politisi muda bisa tampil menjadi capres, sehingga akan muncul lagi Soekarno-Soekarno di masa datang.
"Kita usulkan supaya ke depan kita punya pemimpin bangsa yang usianya 35-an tahun, seperti Soekarno dulu," ujar Ray.
UU Pemilu kan tidak memungkinkan? "Harusnya diganti, syarat menjadi presiden 21 tahun. Itu kan sesuai dengan syarat menjadi presiden saat ini, yakni lulusan SMA. Lulusan SMA kan 20-an tahun," tandasnya. (anw/sss)











































