Hal ini untuk menanggapi banyaknya kritikan dan tuntutan dari berbagai organisasi dan LSM internasional mengenai bantuan yang harus diberikan negara-negara industri maju kepada negara-negara berkembang.
Sekretaris Jenderal UNFCCC Yvo de Boer mengatakan bahwa di minggu pertama dari konferensi tersebut akan terus dipersiapkan mekanisme pembentukan dana adaptasi dan pengaturan dana tersebut untuk membantu negara-negara berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De Boer mengatakan persiapan transformasi teknologi ramah lingkungan kepada negara berkembang juga menjadi agenda penting di minggu pertama konferensi tersebut. "Untuk mekanisme dana adaptasi ini nanti akan dibahas pada pertemuan menteri-menteri keuangan minggu depan,"tuturnya.
Dikatakan de Boer, untuk dapat mengembangkan "clean technology" di negara berkembang, harus ada kombinasi dari dana lokal dan juga dari industri untuk mengembangkan teknologi ini kepada negara berkembang.
"Negara-negara industri maju harus dapat meningkatkan investasi dalam pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan di negara-negara berkembang," jelasnya.
Jadi, dikatakannya, negara industri maju sebagai penyumbang emisi karbon di dunia memang memiliki ambisi besar untuk mereduksi karbon yang telah mereka hasilkan. "Karena itu kita akan memberi nilai kepada karbon tersebut, dan hasilnya dapat digunakan oleh negara berkembang," imbuhnya.
(iy/iy)










































