×
Ad

Waka Komisi IX DPR Respons Tekad Prabowo Lanjutkan MBG, Usul Redesign Total

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 14 Agu 2026 13:12 WIB
Foto: Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris (Silvia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menanggapi Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan perbaikan dan efisiensi. Charles meminta adanya redesign total terhadap program tersebut.

"Kita menyambut baik semangat dari Bapak Presiden dan peran DPR semakin penting untuk memastikan bahwa cita-cita yang beliau sampaikan bisa berhasil," kata Charles kepada wartawan di DPR, Jumat (14/8/2026).

Namun demikian, ia berpandangan tetap perlu adanya redesign atau rancangan ulang total terhadap program MBG. Ia usul salah satunya memindahkan dapur ke sekolah.

"Saya tetap berpendapat bahwa redesign total, merubah konsep dapur yang tersentralistis menjadi dapur berbasis sekolah. Sehingga celah untuk melakukan korupsi juga semakin kecil, ya," ucap dia.

Charles menilai dapur yang diurus pihak sekolah dan orang tua murid akan memberi manfaat lebih baik kepada para murid.

"Apalagi kalau kita kembalikan ke sekolah, yang mengelola pastikan orang tua murid melalui komite sekolah, yang pastinya akan memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak lebih bergizi, aman, dan layak untuk dikonsumsi," ujar dia.

Lebih lanjut, Charles juga sepakat dengan Prabowo yang menyebut koruptor MBG biadab. Menurutnya, MBG merupakan program sosial.

"Nah, itu tadi. Saya sepakat dengan yang disampaikan Bapak Presiden, yang masih mau korupsi di program ini itu biadab, ya, karena ini program sosial. Makanya, program ini desainnya harus diubah, jangan seperti sekarang," ujarnya.

Charles kembali menekankan redesign total MBG dengan memindahkan dapur ke sekolah. Dengan begitu, menurutnya, tidak perlu ada pengadaan seperti motor atau yang lainnya.

"Korupsi itu sekali lagi, bukan saja di tubuh BGN dalam arti bukan saja dalam hal pengadaan motor listrik, pengadaan apa, keperluan BGN, tetapi korupsi bisa terjadi di dapur dengan memotong hak yang seharusnya diberikan kepada anak-anak. Yang mestinya porsinya Rp10.000, dipotong diberikan hanya Rp8.000 atau Rp7.000, gitu kan," tegas dia.

"Oleh karena itu, itu redesign total dari program ini. Kembalikan ke dapur sekolah, jangan dibuat sentralistis, izinkan orang tua murid untuk bisa lebih terlibat ya dalam memberikan makan untuk anak-anaknya. Karena saya percaya orang tua murid tahu apa yang dibutuhkan dan pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya," lanjutnya.

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork