Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menilai kondisi dunia saat ini ada di persimpangan yang menentukan. Sultan menanggap prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia menjadi penting.
Hal itu disampaikan Sultan dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Sultan menyebut karena ada kondisi itu, semua negara mendefinisikan lagi prioritas masing-masing.
"Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, dunia sedang berada di persimpangan sejarah yang menentukan. Fragmentasi geopolitik semakin dalam. Semua negara mendefinisikan ulang prioritas nasionalnya," kata Sultan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan menyebut politik bebas aktif Indonesia menjadi relevan di tengah situasi global saat ini. DPD, kata Sultan, mendukung diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
"Di sinilah letak relevansinya bagi Indonesia, dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang terus diupayakan secara independen dan pro aktif sesuai dengan perkembangan di era baru ini," ucap dia.
"DPD RI mendukung penuh diplomasi internasional Presiden Prabowo dalam mewujudkan tatanan dunia yang damai dan berkeadilan," tambahnya.
Sultan mengatakan DPD juga menjalin kerja sama antarparlemen dengan negara tetangga. Sultan mengatakan DPD menginisiasi forum senator regional di Asia Tenggara.
"Saat ini kami menginisiasi pembentukan Forum Senat Asia Tenggara. Because Indonesia believes, that the world cannot be sustained only by the strong, but by all nations that respect one another, and work together to preserve peace," ucapnya.
Simak juga Video Ketua DPD: Transformasi Ekonomi Prabowo Bagai Cabut Duri dalam Daging










































