WWF: Perusakan Hutan Alam di Riau Sangat Parah

WWF: Perusakan Hutan Alam di Riau Sangat Parah

- detikNews
Selasa, 04 Des 2007 14:30 WIB
Pekanbaru - Dalam pertemuan perubahan iklim di Bali, WWF Indonesia mengusung  berbagai isu lingkungan di Indonesia. Khusus dari Riau, mengusung lajunya konvensi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Hal itu disampaikan Direktur Kehutanan, WWF Indonesia, Ian Kosasi dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa ( 4/12/20007 ). Menurut Ian lajunya kerusakan hutan alam di Riau sudah masuk dalam kategori yang cukup parah. Kerusakan hutan yang terjadi di Riau selama ini lebih dipicu pada kompensasi hutan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit dan HTI.
 
Bagi WWF Indonesia, ke dua jenis usaha kebun sawit dan HTI yang paling dominan dalam merubah fungsi hutan alam. Sejumlah kawasan hutan alam di Riau sudah banyak yang disulap menjadi perkebunan sawit yang dikelola perusahaan berskala nasional.

"Pembukaan kebun sawit dan HTI ini yang paling dominan lajunya kerusakan fungsi hutan alam di Riau. Penyebab lain memang ada, semisal untuk pemukiman penduduk atau perladangan masyarakat. Tapi itu pun sangatlah kecil sekali jika dibandingkan pembukaan hutan alam untuk kebun sawit dan HTI," terang Ian.

WWF Indonesia mencatat, dalam kurun waktu 25 tahun terakhir dari luas hutan alam yang ada di Riau, kini lebih dari 60 persen sudah beralih fungsi untuk perkebunan sawit dan HTI. Dan kini kawasan hutan yang tersisah hanyalah kawasan hutan lindung bergambut.
 
"Kawasan hutan bergambut ini berpotensi melepas karbon paling banyak ketimbang kawasan hutan nongambut. Dan kini pun kondisi hutan bergambut di Riau tidak terlepas dari ancaman kerusakan," kata Ian Kosasi.

Karena itu dalam pertemuan perubahan iklim di Bali, WWF bersama Pemerintah Indonesia , berharap Pemerintah Riau dapat segera menghentikan konvensi hutan alam.
 
"Kita sangat berharap sekali, pemerintah daerah bisa segera menghentikan lajunya kerusakan hutan alam di Riau," kata Ian. (cha/djo)


Berita Terkait