"Saat ini dana rutin (yang diterima) tidak mampu. Perlu ada dana khusus untuk mengembalikan model pendidikan poltek seperti dulu lagi," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Politeknik Indonesia Titon Dutono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/12/2007).
Titon menjelaskan, saat ini peralatan di politeknik sangat minim. Bahkan sudah cenderung usang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Dikti Depdiknas Fasli Jalal menambahkan, pemerintah sudah
berkomitmen memberikan dana perbaikan revitalisasi sebesar Rp 50 miliar untuk setiap politeknik.
"Setiap tahun kami memberikan Rp 150 miliar untuk mengembangkan 26 politeknik di Indonesia. Dalam perkembangannya, mengandalkan PNBP(penerimaan negara bukan pajak) saja juga tidak cukup. Biaya SPP tidak mencukupi," jelasnya.
Fasli pun meminta agar dana Rp 50 miliar itu dapat segera masuk dalam APBN 2008. "Jadi dana itu untuk revitalisasi alat, bagaimana meningkatkan pelatihan, dan operasional bisa tercapai," pungkasnya. (ary/sss)











































