PKB Bentuk Satgas Prabowonomics, Kawal Kebijakan Prabowo

PKB Bentuk Satgas Prabowonomics, Kawal Kebijakan Prabowo

Adhfar Aulia Syuhada - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 18:01 WIB
PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa, di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa, di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)
Jakarta -

PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari arahan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk mengawal kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

"Kami menyatakan pada hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026 Dewan Komando Pusat Panji Bangsa mendeklarasikan Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa," kata Ketum DKP Panji Bangsa PKB, Rivqy Abdul Halim, dalam deklarasinya di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Rivqy mengatakan Satgas Prabowonomics Panji Bangsa akan mengawal program Prabowo agar masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung. Satgas juga disebut akan memastikan pelaksanaan program strategis Prabowo terlaksana secara transparan dan akuntabel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh sebab itu, sebagai Satuan Tugas Prabowonomics Panji Bangsa akan melaksanakan tugas sebagai berikut, mendukung secara utuh arah kebijakan dan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat merasakan dampak dan manfaat secara langsung. Memastikan pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto terlaksana," ujarnya.

Rivqy menunjuk Ahmad Riyadi sebagai Ketua Satgas dan Ragil Setyo Cahyono sebagai Sekretaris Satgas. Dalam paparannya, Ahmad Riyadi menjelaskan pihaknya akan melakukan dua agenda.

"Yang pertama, menjelaskan dari hulu substansi program dan kebijakan strategis Prabowonomics dalam sektor ekonomi. Yang kedua adalah memastikan implementasi program populis yang selama ini dijalankan oleh Presiden Prabowo itu dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan terhindar dari praktik-praktik yang berpotensi terjadi penyalahgunaan kewenangan," kata Riyadi.

Riyadi mengatakan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui kebijakan ekonomi Prabowo. Dia mencontohkan salah satu program yang banyak warga belum tahu adalah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang dinilai mengurangi kebocoran ekspor.

"Presiden Prabowo juga menginisiatif terbentuknya PT DSI. PT DSI ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kebocoran-kebocoran fiskal yang selama ini terjadi dari proses ekspor-impor. Kami punya data di tahun 2024, itu ada 29 negara yang selama ini menjadi mitra ekspor-impor Indonesia memiliki selisih dari kebocoran negara hampir sekitar 7 juta US dollar," katanya.

"Seandainya anggaran ini kemudian dipakai untuk kesejahteraan masyarakat, maka akan berdampak signifikan terhadap pembangunan baik infrastruktur, sumber daya, sektor pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Riyadi menyebut Satgas Prabowonomics Panji Bangsa juga akan mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satgas tersebut, kata Riyadi, akan membantu memantau aktivitas penyelenggaraan MBG di lapangan.

"Saya contoh misalkan ada program MBG. Fakta yang terjadi selama ini kita juga simak, evaluasi dari program ini adalah soal tata kelola. Tapi soal kemanfaatan program ini dampaknya sangat signifikan. Kekurangan lapangan pekerjaan yang selama ini dialami oleh masyarakat kita juga terjawab atas hadirnya program ini," kata dia.

"Makanan bergizi yang hari ini menjadi salah satu faktor terjadinya stunting, itu juga mendapat efek dengan adanya atau hadirnya program-program ini. Terkait soal tata kelola, dengan adanya satuan tugas ini akan membantu untuk mensupervisi, memantau pelaksanaan aktivitas ini di lapangan," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait