Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Kamboja membentuk tim khusus untuk menangani online scam di Kamboja. Tim itu dinamakan Indonesia Desk.
"Terkait dengan pembentukan Indonesia Desk di kepolisian Kamboja, mungkin ini sesuatu yang cukup baru," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Vahd Nabyl, dalam jumpa pers di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
Nabyl menjelaskan, Indonesia Desk ini ditempatkan di markas kepolisian Kamboja. Tim ini dibentuk setelah kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno ke Kamboja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah pembentukan ini adalah di markas besar kepolisian nasional Kamboja yang merupakan hasil dari kunjungan Bapak Wakil Menteri Luar Negeri ke Phnom Penh pada akhir Juli lalu," jelasnya.
Pembentukan Indonesia Desk melibatkan berbagai instansi di Indonesia dan juga di Kamboja. Beberapa yang terlibat mulai Kemenko Politik dan Keamanan, Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Porli, OJK, hingga PPATK.
Indonesia Desk bertugas dalam mencegah warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja terlibat atau menjadi korban penipuan daring atau online scam.
"Ini diharapkan dengan dibentuknya rencana pembentukan ini nanti dapat mempercepat penanganan kasus-kasus penipuan daring, online scam yang melibatkan WNI di Kamboja," ucap Nabyl.
Kunjungan Wamenlu ke Kamboja juga membahas mengenai nasib ribuan WNI yang saat ini berada di fasilitas detensi Imigrasi dan penampungan sementara di Kamboja. Mereka diamankan karena diduga terlibat kejahatan online scam hingga pelanggaran imigrasi lainnya.
"Karena itu kita ingin untuk memastikan agar proses penegakan hukum yang berlangsung di sana meskipun berjalan juga tetap sejalan dengan upaya kita untuk menegakkan hasil-hasil dari konferensi internasional tentang anti online scam," imbuh dia.
Lihat juga Video: Penangkapan Buron Interpol Kasus TPPO WNI ke Kamboja di Soetta!










































