Awas! Pneumokokus Intai Bayi di Bawah 2 Tahun

Awas! Pneumokokus Intai Bayi di Bawah 2 Tahun

- detikNews
Selasa, 04 Des 2007 13:55 WIB
Jakarta - Bayi di bawah 2 tahun rawan terinfeksi pneumokokus. Penyakit ini merupakan penyebab kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) yang tinggi di dunia.

Invasive Pneumococcus Disease (IPD) adalah sekelompok penyakit yang disebabkan bakteri streptococcus pneumoniae (pneumokokus).

"Pneumokokus menjadi penyebab 1 dari 5 kematian balita. Tiga perempat jumlah kasus pneumokokus terdapat di 15 negara berkembang, salah satunya di Indonesia yang menduduki peringkat keenam," kata Prof Dr Cissy B Karta sasmita SpA (K) Msc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cissy menyampaikan hal itu dalam media edukasi bertema "Rekomendasi WHO: vaksin pneumokokus harus diprioritaskan dalam program imunisasi nasional" di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (4/12/2007).

Menurut Cissy, penyakit ini paling banyak menyerang bayi di bawah 2 tahun. Bakteri pneumokokus ini menyebar melalui darah (invasif) dan menyebabkan kematian utama lebih dari 1 juta bayi dan balita setiap tahunnya di dunia.

Beberapa penyakit yang termasuk dalam golongan ini radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).

WHo memperkirakan 1,6 juta kematian disebabkan kuman pneumokokus setiap tahunnya. Perkiraan mencakup kematian 0,7-1 juta anak balita.

WHO pun pada Maret 2007 mengeluarkan rekomendasi bagi negara dengan lebih 50 kematian/1.000 kelahiran hidup anak balita maupun negara dengan lebih dari 50 ribu kematian balita per tahun.

Selain menyebabkan kematian, penderita penyakit ini jika sembuh pun umumnya meninggalkan kecacatan dan syaraf terganggu.Β  Seperti ketulian, gangguan mental, kemunduran intelegensi, kelumpuhan, dan gangguan saraf.

IPD ini dapat menyerang siapa saja dan di mana saja karena bakteri pnemukokus secara normal berada di rongga hidung dan tenggorokan. Namun yang rentan adalah bayi pada usia kurang dari 2 tahun. Selain bayi, usia di atas 60 tahun juga rawan dengan pneumokokus. (mly/sss)


Berita Terkait