Haedar Nashir: Negara Butuh Informasi dan Kritik dari Media Massa

Haedar Nashir: Negara Butuh Informasi dan Kritik dari Media Massa

Adhfar Aulia Syuhada - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 14:38 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berbicara tentang peran media massa dalam menyampaikan informasi. Dia mengatakan semua lembaga negara akan selalu membutuhkan informasi dan kritik dari media massa.

"Saya yakin juga eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga auxiliary, TNI, Polri, dan institusi lain di republik ini, bahkan di dunia internasional, selalu memerlukan informasi, masukan, kritik dari media massa. Karena apa? Karena hidupnya sebuah bangsa dan negara itu juga dari kritik, dari masukan, dari informasi yang beragam," jelas Haedar kepada wartawan setelah menghadiri Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haedar mengatakan dunia pers merupakan dunia yang mulia. Sebab, kata dia, wartawan bisa menampilkan informasi yang benar dengan berimbang (cover both sides).

"Dunia wartawan, dunia pers, adalah dunia yang mulia. Karena kita ingin menampilkan berbagai informasi yang cover both sides kan gitu, alternatif-alternatif narasi, informasi yang bisa diterima masyarakat, yang benar, yang baik, dan memberi arah pada kehidupan bersama," kata dia.

Haedar menyebut adanya informasi dari media massa dapat membuat sebuah negara lebih maju. Dia meminta agar para elite lebih terbuka dengan apa yang disampaikan media massa.

"Di situlah saya yakin justru bangsa akan menjadi lebih maju. Tinggal kesadaran elite kita untuk mau terbuka, mau peduli, mau berbagi. Itu harus terus menjadi ekosistem kita di dunia pers," ujarnya.

Haedar juga mengingatkan agar para insan pers untuk tetap memperhatikan etika. Hal tersebut menurutnya selaras dengan nilai Indonesia yang menjunjung tinggi etika luhur.

"Karena kita ini pers yang ada di dunia kebangsaan kita, yang Indonesia sendiri rakyat Indonesia menjunjung tinggi etika luhur, ya aspek etika juga tetap kita pakai. Tapi semangat kita adalah semangat untuk menampilkan kebenaran, kebaikan, dan hal-hal yang penting untuk kepentingan bangsa dan negara," imbuhnya.

Tonton juga video "Muhammadiyah Respons Usulan Dana Zakat untuk Makan Bergizi Gratis"

(lir/lir)


Berita Terkait