Gubernur Sumsel Puji Pabrik CPO KUD Sejahtera, Majukan Koperasi Sumsel

Gubernur Sumsel Puji Pabrik CPO KUD Sejahtera, Majukan Koperasi Sumsel

Annisa Sekar Melati - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 10:29 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyebut berdirinya Pabrik Kelapa Sawit atau Crude Palm Oil (CPO) milik Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin sebagai tonggak baru kebangkitan koperasi daerah. Kehadiran pabrik yang dikelola koperasi ini menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa.

Herman Deru menyampaikan, koperasi tidak hanya berperan dalam kelembagaan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu berkembang menjadi pelaku usaha modern yang bisa memberi nilai tambah bagi anggotanya. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera. Acara ini berlangsung di Dusun III, Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (12/8).

Peresmian pabrik ini dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Wakil Menteri Koperasi Faridah Farichah. Hadir pula Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, Wakil Bupati Abdur Rahman Hoesin, serta jajaran Forkopimda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin, KUD Sejahtera dengan berani menunjukkan kemampuannya melalui peresmian unit usaha pabrik kelapa sawit. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi koperasi-koperasi lainnya untuk terus berkembang," ujar Herman Deru pada keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Ia menilai kehadiran Menteri Koperasi dan Kepala Staf Kepresidenan menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan koperasi di era Presiden Prabowo Subianto. Semangat Presiden pada peringatan Hari Koperasi Nasional kini mulai diwujudkan melalui berbagai program strategis. Langkah ini diyakini mampu mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Herman Deru turut mengingatkan pembangunan koperasi tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur usaha semata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi tantangan penting bagi keberlangsungan organisasi. Koperasi harus mampu menghadapi ketatnya persaingan di era digital saat ini.

Karena itu, Herman Deru menginstruksikan seluruh sekolah di Sumatera Selatan untuk mengintegrasikan materi perkoperasian ke dalam mata pelajaran terkait. Langkah ini menjadi fase awal menuju penerapan koperasi sebagai muatan lokal (mulok). Kebijakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman generasi muda terhadap koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan sejak dini.

Herman Deru juga menekankan pentingnya penguatan desa sebagai pusat kegiatan ekonomi tangguh. Desa harus mampu menguasai pasar, informasi, dan teknologi masa kini. Melalui cara demikian, koperasi diharapkan semakin kuat serta memiliki daya saing tinggi.

Sejalan dengan penguatan koperasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga berkomitmen mendorong hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah. Setelah kelapa sawit, Sumsel bersiap mendorong hilirisasi komoditas kopi lokal. Provinsi ini merupakan salah satu sentra penghasil kopi robusta, arabika, dan liberika terbesar di Indonesia.

Salah satu komoditas incaran untuk pengembangan hilirisasi tersebut adalah kopi dari kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Herman Deru berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut kedepannya. Koperasi pun diyakini dapat menjadi penggerak utama program hilirisasi komoditas rakyat.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memberikan dukungan penuh terhadap rencana hilirisasi kopi Gunung Dempo tersebut. Menurutnya, pengembangan hilirisasi kopi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Dudung menilai pengembangan hilirisasi kopi ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah pusat. Fokus utamanya adalah membangun kekuatan ekonomi langsung dari kawasan desa dan daerah. Kehadiran proses pengolahan di daerah membuat masyarakat dan koperasi tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku mentah.

Masyarakat dipastikan akan mendapatkan manfaat ekonomi jauh lebih besar dari produk akhirnya. Dukungan tersebut semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Keduanya sepakat terus mendorong peningkatan hilirisasi komoditas rakyat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Dudung mengatakan perputaran ekonomi nasional sejatinya harus dimulai dari desa melalui peran aktif koperasi. Program Koperasi Merah Putih merupakan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menekan fluktuasi harga di pasaran.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pihaknya sangat mendukung inisiatif untuk menjadikan materi koperasi sebagai muatan lokal wajib di lingkungan sekolah.

Ia juga mengapresiasi berdirinya Pabrik CPO KUD Sejahtera sebagai model hilirisasi sawit berbasis koperasi yang ideal. Pabrik ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat kelembagaan koperasi, serta membuka banyak lapangan kerja baru. Pada akhirnya, kesejahteraan para petani lokal akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Rangkaian peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis. Agenda besar ini kemudian ditutup dengan sesi peninjauan langsung ke area operasional lokasi pabrik.

Tonton juga video "Strategi Herman Deru Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel"

(ega/ega)


Berita Terkait