Andre Rosiade Temui Menteri PU, Kawal Percepatan Infrastruktur Sumbar

Andre Rosiade Temui Menteri PU, Kawal Percepatan Infrastruktur Sumbar

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 10:05 WIB
Andre Rosiade beserta Menteri PU
Foto: Andre Rosiade beserta Menteri PU (Dok.Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Pertemuan itu membahas percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur di Sumatera Barat.

Pertemuan digelar di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Andre mengatakan, Kementerian PU terus mendorong realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi yang menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk membangun kembali daerah terdampak bencana.

"Pagi ini, 12 Agustus 2026, kita kembali bertemu dengan Pak Menteri PU dalam rangka berdiskusi dan membahas percepatan pembangunan infrastruktur Sumatera Barat," kata Andre.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, sejumlah proyek strategis di Sumbar saat ini tengah dikawal agar bisa segera direalisasikan. Salah satunya kelanjutan pembangunan ruas Payakumbuh-Sitangkai yang sebelumnya telah dikerjakan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025-2026.

"Payakumbuh-Sitangkai itu sudah selesai di IJD 2025-2026. Selanjutnya, Pak Menteri akan membangun Sitangkai-Guguak Cino," ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Dia mengatakan untuk ruas Sitangkai-Guguak Cino-Batusangkar, proyek tersebut telah masuk dalam usulan IJD dengan nilai sekitar Rp 37 miliar. Andre mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok sebagai salah satu prioritas. Proyek tersebut, kata dia, sudah masuk dalam usulan IJD dengan nilai sekitar Rp 49 miliar dan ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

"Untuk masyarakat Kota Solok yang ditunggu-tunggu jalan lingkar utara, insyaallah akan dibangun. Kita sedang menunggu persetujuan IJD dari Pak Menteri," katanya.

Dia juga mendoorng pemerintah pusat membangun ruas Kapujan-Rimbo Data di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai tahap awal akses menuju Garabak Data. Ruas tersebut telah diusulkan melalui IJD dengan nilai sekitar Rp 26 miliar.

Andre mengatakan selain jalan, sejumlah jembatan juga menjadi perhatian. Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, yang sebelumnya mengalami kerusakan, sudah selesai tahap DED dan diarahkan masuk dalam penganggaran 2027 dengan nilai sekitar Rp 47 miliar.

Andre juga menyampaikan rencana pembangunan kembali Jembatan Kalawi-Limau Manis yang rusak akibat bencana serta Jembatan Bintang Tujuah. Untuk Jembatan Bintang Tujuah, kata dia, kelengkapan administrasi seperti AMDAL dan izin pinjam pakai kawasan telah selesai sehingga diharapkan bisa mulai dibangun pada awal 2027.

Sementara itu, program Jembatan Gantung dan pembangunan Jalan Bidan Dona di Kabupaten Pasaman masih memerlukan pemenuhan anggaran untuk alokasi DIPA 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Pembangunan di daerah-daerah yang terkena dampak bencana harus kita utamakan, terutama jembatan dan jalan," kata Dody.

Andre berkomitmen akan terus mengawal program pemerintah pusat agar anggaran pembangunan benar-benar mengalir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumbar.

"Kita akan buktikan triliunan rupiah setiap tahun mengucur ke Sumbar untuk membangun dan memperbaiki Sumatera Barat," tegasnya.

Dody mengatakan Kementerian PU juga akan memaksimalkan program padat karya dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain mempercepat pemulihan infrastruktur, program itu juga diharapkan membantu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana.

Tonton juga video "Gerindra Sebut Hubungan Prabowo-Jokowi Baik: Isu Panas-Dingin Tak Benar"

(amw/gbr)


Berita Terkait