Warga Pandeglang Teken Petisi Protes Jalan Rusak, Pemprov Banten Janji Perbaiki

Warga Pandeglang Teken Petisi Protes Jalan Rusak, Pemprov Banten Janji Perbaiki

Aris Rivaldo - detikNews
Rabu, 12 Agu 2026 21:39 WIB
Warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, membuat petisi dengan darah dengan harapan jalan bisa segera dibangun (dok.istimewa)
Foto: Warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, membuat petisi dengan darah dengan harapan jalan bisa segera dibangun (dok.istimewa)
Jakarta -

Pemprov Banten merespons protes warga Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang mengeluhkan kondisi jalan rusak. Pemprov Banten berjanji bakal segera memperbaiki.

"Pak gubernur sudah meninjau langsung, melihat kondisi jalan kabupaten di Desa Cijalarang. Rencana akan dibantu pembangunannya oleh Pemprov," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, Arlan Marzan, usai meninjau jalan di lokasi, Rabu (12/8/2026).

Arlan mengatakan proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai pada anggaran perubahan. Tak hanya itu anggaran untuk pembangunan juga disiapkan pada APBD tahun 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai perubahan dan APBD 2027 menyesuaikan kemampuan keuangan Pemprov," ucapnya.

Arlan meminta kepada Pemkab Pandeglang agar tidak hanya mengandalkan Pemprov Banten dalam melakukan penanganan jalan rusak. Ia berharap Pemkab Pandeglang juga bisa menganggarkan untuk penanganan jalan milik kabupaten.

"Semoga Pemkab Pandeglang juga bisa menganggarkan penanganan jalan kabupaten yang lain, sehingga kolaborasi pembangunan yang digagas pak gubernur bisa maksimal," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, membuat petisi dengan menggunakan darah mereka. Para warga ini menuntut perbaikan jalan yang telah rusak selama puluhan tahun.

"Puluhan tahun belum ada perbaikan, sudah parah," kata perwakilan warga bernama Sujana, Senin (22/6).

Sujana mengatakan 59 orang dari perwakilan lima kampung itu membuat petisi dengan mengecap darah ke dalam kertas putih berisi tanda tangan agar pemerintah bisa melakukan penanganan. Menurutnya, darah dari warga sebagai simbol kedaruratan.

"Simbol kepedihan, titik darah terakhir, permohonan yang betul-betul sungguh-sungguh, simbol darurat," ujar Sujana.

Lihat juga Video: Warga Pandeglang Perbaiki Sendiri Jalan yang Rusak Puluhan Tahun

(fas/fas)


Berita Terkait