"Saya kira akan terjadi kejenuhan karena seorang pemilih bisa mencoblos selama lima kali dalam waktu yang relatif berdekatan," ujar anggota KPU Andi Nurpati.
Hal itu disampaikan dia di sela-sela orientasi KPU di Hotel Lembah Pinus, Ciloto, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjelang Pilpres 2009, jadwal pilkada penuh hingga 2008. Ada sekitar 13 provinsi (pemilihan gubernur). Sedangkan yang kabupaten/kota sekitar 120-an," ujar wanita berjilbab ini.
Nurpati mengkhawatirkan kejenuhan yang dialami masyarakat akan menurunkan partisipasi masyarakat terhadap pemilu. Sebab, masyarakat harus mengorbankan waktu mereka untuk mencoblos.
"Saya kira ke depannya orang Indonesia akan berpikir berkali-kali menghabiskan waktu. Walaupun kita bilang: itu demokrasi, masak nggak mau nyumbang," kata Nurpati.
Apalagi, lanjut Nurpati, indikasi kejenuhan masyarakat sudah terlihat di beberapa daerah.
"Saya dapat info kemarin di daerah Pati ada satu TPS yang pemilihnya hanya satu orang," jelas dia.
Untuk itu, Nurpati menyarankan agar dilakukan efisiensi penyelenggaraan pilkada dan pemilu. Misalnya waktu penyelenggaraan pilkada gubernur, bupati/walikota dilakukan dalam waktu bersamaan.
"Ide pilkada gubernur dan bupati dilakukan serentak akan sangat efisien. Misalnya di pilkada kabupaten/kota membutuhkan berapa miliar, jadi menyusut, hanya nambah surat suara," kata wanita asal Sulawesi Selatan ini.
(nik/sss)











































