Pengalaman hemat itu dikatakan Sang Presiden saat dirinya bertugas menjadi dosen Seskuad di Bandung selama 2,5 tahun.
"Jaraknya dari rumah 1,5 hingga 2 km. Saya setiap hari bisa menempuh 3 hingga 4 km naik sepeda ke tempat kerja pulang pergi. Ternyata bersepeda itu menyehatkan dan menggembirakan," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY yang mengenakan batik didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi.
Menurut SBY, dengan bersepeda, tidak perlu membeli BBM yang bisa mencemari udara, sehingga bumi menjadi panas.
"Saat ini kita tidak lagi memerlukan kesadaran dan komitmen ataupun kemauan politik, yang penting aksi global action, local action dan langkah nyata untuk menahan pemanasan global dan mencegah buruknya perubahan iklim yang bisa mendatangkan bencana bagi bumi," imbuh SBY.
Saat memberikan sambutan, SBY sempat berdialog dengan salah satu peserta termuda yang bernama Mohammmad Vijai. Seorang murid SMA.
"Rasanya gimana naik sepeda?" tanya SBY.
"Capek. Tapi kita istirahat cukup," jawab Vijai.
"Cita-cita jadi apa?" tanya SBY lagi.
"Jadi polisi, Pak," kata Vijai yang berkulit hitam kelam.
"Kepada Kapolda, tolong dibantu untuk jadi polisi profesional, tapi saya bukan katebelece. Kamu tolong siapkan fisik, mental dan pengetahuan supaya bisa lolos menjadi polisi," ujar SBY.
(nik/sss)











































