"Ini demi memelihara suasana yang aman dan terus berusaha melanggengkan perdamaian yang telah dicapai," ujar Juru Bicara Komite Peralihan (KPA), Ibrahim Syamsudin, pada detikcom, Selasa (4/12/2007). Dia juga meminta semua pihak untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang dapat mengacaukan perdamaian.
Selain tak adanya upacara pengibaran bendera, juga tak akan ada upacara militer seperti yang terjadi sebelum penandatanganan perjanjian damai antara GAM dan pemerintah Indonesia.
Sebagai gantinya, masyarakat diharapkan dapat menggelar doa bersama di masjid-masjid. Dan jika ada pengibaran bendera GAM, maka GAM dan KPA tidak akan bertanggungjawab. Selain doa bersama, peringatan HUT GAM dapat dilakukan dengan menggelar bakti sosial.
"Mari kita gunakan momentum ini untuk mengenang rekan seperjuangan dan juga pengorbanan rakyat Aceh selama ini sebagai spirit untuk terus menerus berjuang membawa Aceh kepada kemakmuran dan keadilan," imbuh Ibrahim.
Kesemuanya itu, kata dia, akan tercapai jka semua pihak punya kesamaan langkah dalam mendukung perdamaian yang tengah dilakukan. Dukungan dan keikhlasan pemerintah pusat juga sangat diharapkan dalam tercapainya perdamaian yang abadi di Aceh. (ray/asy)











































