KDM Usulkan Ubah Batas Maksimum Gaji Orang Tua Mahasiswa Penerima KIP

KDM Usulkan Ubah Batas Maksimum Gaji Orang Tua Mahasiswa Penerima KIP

Tenri Monic Libery Hana - detikNews
Selasa, 11 Agu 2026 15:30 WIB
KDM Usulkan Ubah Batas Maksimum Gaji Orang Tua Mahasiswa Penerima KIP
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengubah batas maksimum besaran gaji orang tua bagi mahasiswa penerima beasiswa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Tahun ini, syarat besaran gaji orangtua bagi penerima KIP Kuliah harus dibawah upah minimum provinsi (UMP) di domisili mahasiswa.

Adapun nilai gaji gabungan untuk orang tua di Jawa Barat untuk bisa menerima KIP Kuliah harus di bawah RP2,3 juta, sesuai UMP Jawa Barat.

"Saya usul agar nanti ketentuannya dibawah Rp10 juta boleh dapat KIP" ungkap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan KDM saat memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor, pada Senin (10/8) kemarin.

Dalam acara tersebut, ia menanggapi keluhan dari sejumlah mahasiswa terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi orang tua, termasuk yang berprofesi PNS.

KDM pun memberikan nasihat agar tidak putus asa bahkan sampai putus kuliah karena biaya yang mahal. Selama memiliki tekad kuat untuk lulus, maka kendala biaya pasti akan dapat diatasi.

KDM pun memberikan bantuan langsung kepada mahasiswa dan mahasiswi, seperti uang kos untuk 2 tahun hingga biaya kuliah gratis selama 5 semester. Ia juga memberikan modal usaha Rp5 juta bagi mahasiswa yang berencana membuka usaha kecil-kecilan untuk menutup biaya hidup selama kuliah.

Ia meminta agar mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi tidak berkecil hati dan sedih. Sebab masuk kuliah bisa membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Ia menegaskan tidak boleh ada orang yang gagal kuliah hanya karena faktor biaya.

"Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," ucap KDM.

Dalam kegiatan itu, ia menemui mahasiswa yang masuk melalui jalur prestasi, bahkan ada mahasiswa difabel, juga mengeluhkan biaya kos, biaya hidup serta biaya uang kuliah yang cukup mahal di Jatinangor.

Gina, salah seorang mahasiswi penyandang disabilitas netra bersyukur dapat kuliah gratis di Unpad. Ia berharap gubernur lebih memperhatikan nasib disabilitas untuk bisa mencicipi sekolah bahkan hingga kuliah.

Sementara itu, salah seorang mahasiswi asal Depok, Livy menyampaikan permintaan kepada gubernur untuk memperbaiki sejumlah jalan di Jatinangor, khususnya dalam lingkungan kampus. Ia juga bersedia untuk ikut berpartisipasi bersama rekan-rekan kampus untuk membantu.

Dalam tanggapannya, KDM mengatakan jika jalan yang dimaksud adalah Jalan Nasional sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian ia akan berbicara dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan jika mendapat izin Pemprov Jabar siap turun tangan.

Menanggapinya, KDM menjelaskan bahwa ruas jalan yang dimaksud merupakan Jalan Nasional, sehingga perbaikannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dan apabila diberikan izin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap untuk turun tangan.

"Kalau diizinkan tahun depan kinclong. Tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya

Di sisi lain, Keisya, salah seorang mahasiswi kedokteran hewan mengaku ingin mengembalikan keanekaragaman satwa di Indonesia, namun di sisi lain peminat kedokteran hewan masih lebih sedikit daripada kedokteran umum. Bahkan kadang menurutnya sering dianggap sepele dan kalah bersaing.

Menanggapi keluhan tersebut, KDM memberikan dorongan motivasi. KDM menegaskan bahwa peluang kerja dan kebutuhan tenaga dokter hewan di Indonesia sangat besar, mulai dari sektor perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga instansi pemerintahan.

Bahkan, menurut KDM, potensi penghasilan seorang dokter hewan dapat melampaui dokter umum jika ditekuni dengan serius.

Atas dasar itu, KDM meminta Keisya untuk tidak berkecil hati. Ia mendorong Keisya untuk terus memperjuangkan cita-cita mulianya, khususnya dalam melengkapi dan memperbarui basis data satwa endemik di tanah air.

Simak juga Video: Hal Penting Buat Kamu Pendaftar KIP Kuliah 2026

(anl/ega)


Berita Terkait