Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Novotel Jl Gajah Mada, Solo, Senin (3/12/2007), Fadli Zon membacakan pernyataan Hashim. Adik kandung mantan Pangkostrad Letjen Pur Prabowo tersebut mengaku menjadi korban penipuan Hugo Kreijger, WNA yang menjual kelima arca milik Museum Radya Pustaka Solo, kepada dirinya.
"Saya tidak mengecek keaslian sertifikat maupun kelima arca tersebut karena percaya dengan reputasi Hugo," kata Hashim, seperti dibacakan Fadli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam surat keterangan BP3 itu disebutkan bahwa arca tersebut bukan merupakan cagar budaya sehingga dapat dimiliki dan dipindahtangankan serta dibawa ke luar negeri," tutur Hashim.
Menurut Hashim, setelah kasus pencurian arca museum Solo itu mencuat, dirinya sempat melakukan konfirmasi ke Hugo. Dalam kesempatan itu Hugo kembali menegaskan bahwa sertifikat tersebut asli.
Salah seorang kuasa hukum Hashim, Soleh Amin menambahkan, selama pemeriksaan kliennya mendapat 15 pertanyaan. Sebagian besar seputar perkenalan Hashim dengan Heru Suryanto dan Hugo. Heru adalah pedagang barang antik yang menjadi tersangka kasus tersebut dan saat ini telah ditahan polisi.
"Status Pak Hashim masih sebagai saksi dan kemungkinan masih akan ada pemeriksaan lanjutan," ungkap Soleh. (djo/asy)










































