Bantah Mau Hindukan Dunia, Nyepi Day Dideklarasikan

Bantah Mau Hindukan Dunia, Nyepi Day Dideklarasikan

- detikNews
Senin, 03 Des 2007 16:57 WIB
Jakarta - Masyarakat Bali semakin gencar mengusulkan Nyepi sebagai salah satu solusi pengurangan emisi Co2 kepada dunia. Bali berharap nyepi bisa diadopsi dunia. Mereka membantah usulan itu sebagai langkah untuk meng-Hidukan dunia.

Para NGO di Bali mendeklarasi Nyepi sebagai solusi pada sebuah pertemuan paralel atau side meeting di Grand Hyatt, Nusa Dua Bali, Senin (3/12/2007). Deklarasi Nyepi yang disebut sebagai Bhisama Bali atau deklarasi Bali Nyepi untuk Bumi, dibacakan oleh Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Aribawa. Pertemuan diikuti oleh beberapa NGO, dalam dan luar negeri.

Deklarasi Nyepi untuk Bumi mengajak seluruh umat manusia untuk belajar dari Bali dengan menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Nyepi Day (Hari Hening/The Silent Day). Melalui Nyepi atau The Silent Day, seluruh masyarakat dunia bisa berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menghentikan kegiatan serta konsumsi energi selama 1 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tianyar menegaskan, The Silent Day merupakan cara mengurangi emisi Co2 yang bersifat adil, mudah dan murah. Para NGO di Bali mendesak PBB melalui UNFCCC agar meresmikan The Silent Day secara bertahap mulai Maret 2008, dan secara penuh pada Maret 2010. "Jika masyarakat Bali bisa hening, kenapa masyarakat dunia tidak? " tegas Tianyar.

NGO Bali membantah bila usulan tersebut dianggap sebagai cara untuk meng-Hindu-kan dunia. Nyepi hanyalah sebuah filosofi yang bisa diambil untuk menyelamatkan bumi dari emisi C02. "Kami tidak bermaksud meng-Hindu-kan dunia. Tapi kami mengajukan filosofi dan sebuah kearifan lokal untuk mengajak dunia peduli dengan alam, di mana kita berkorban satu hari untuk memulihkan alam," tandas Tianyar.

Selama Nyepi, Pulau Bali diperkirakan mengurangi emisi Co2 paling sedikit 20 ribu ton karena sepeda motor, mobil, dan penerbangan berhenti beroperasi.

NGO di Bali akan terus menggalang kekuatan agar Nyepi sebagai solusi bisa gol menjadi keputusan UNFCCC.

(iy/iy)


Berita Terkait