Dalam pemungutan suara yang digelar Minggu 2 Desember lalu, para pemilih menolak gagasan Chavez itu dengan perbandingan suara 51 persen menolak dan 49 persen setuju. Demikian disampaikan Kepala Dewan Pemilihan Nasional Tibisay Lucena seperti dilansir News.com.au, Senin (3/12/2007).
Dengan penghitungan suara yang sejauh ini telah mencapai 88 persen, tren tersebut tidak mungkin berubah lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak sedikit pula warga Venezuela yang bersedih dengan kekalahan ini. "Sulit menerima ini, tapi Chavez tidak meninggalkan kita. Dia masih ada bersama kita," tutur Nelly Hernandez, seorang wanita berusia 37 tahun.
Perubahan konstitusi yang diusulkan Chavez antara lain menghapus batas masa jabatan presiden dan memberi pemerintah kekuasaan luar biasa besar apabila negara dalam keadaan darurat. Itu artinya, Chavez bisa terus mencalonkan dirinya dalam pemilihan presiden tanpa batasan waktu.
Namun kini, dengan kekalahan ini, Chavez yang kembali memenangkan pemilihan presiden tahun 2006, dilarang untuk kembali mengikuti pemilihan presiden pada tahun 2012 ketika masa jabatannya berakhir. Dan itu artinya, berakhir sudah mimpi presiden berusia 53 tahun itu untuk terus berkuasa. (ita/sss)











































