IYF 2026, Jasaraharja Putera Perkuat Pengelolaan Risiko Wisata Bahari

IYF 2026, Jasaraharja Putera Perkuat Pengelolaan Risiko Wisata Bahari

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 08:03 WIB
Pengembangan sektor wisata bahari Indonesia memerlukan ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membutuhkan pengelolaan risiko yang terintegrasi. (dok ist)
Foto: Pengembangan sektor wisata bahari Indonesia memerlukan ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membutuhkan pengelolaan risiko yang terintegrasi. (dok ist)
Jakarta -

Pengembangan sektor pariwisata bahari Indonesia memerlukan ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta membutuhkan pengelolaan risiko yang terintegrasi. Kondisi itu untuk mendukung terciptanya aktivitas wisata bahari yang aman dan berkelanjutan.

Hal tersebut mencakup kesiapan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat dihadapi pelaku usaha dan wisatawan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem maritim yang mampu mendukung pertumbuhan pariwisata bahari sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

PT Jasaraharja Putera turut berpartisipasi dalam rangkaian INSA Yacht Festival (IYF) 2026 yang diselenggarakan Indonesian National Shipowners' Association (INSA) di Bali pada 7-9 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi di sektor maritim dan pariwisata. IYF menjadi sarana membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan sekaligus memahami perkembangan dan kebutuhan industri wisata bahari, khususnya dalam aspek perlindungan risiko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasaraharja Putera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama INSA, PT Biro Klasifikasi Indonesia, dan PT Reasuransi Indonesia Utama tentang Kerja Sama Pengembangan Industri Pelayaran melalui Peningkatan Keselamatan, Kelayakan Teknis, dan Pengelolaan Risiko Maritim Sektor Wisata. Kerja sama ini mencakup penguatan keselamatan dan kelayakan teknis kapal wisata, pengelolaan risiko maritim, serta dukungan perlindungan asuransi dan reasuransi.

"Pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian bangsa. Melalui pariwisata yang berkeselamatan, kita tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga secara nyata mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung. Bersama para stakeholder, kami berkomitmen berkontribusi nyata dalam membangun industri wisata yang berkeselamatan. Hal ini mencakup seluruh pihak-mulai dari pengunjung, destinasi, sarana pendukung, hingga sistem penyelamatan dan evakuasi," kata Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, Senin (10/8/2026).

Sinergi ini diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan wisatawan melalui ekosistem wisata maritim yang memiliki standar keselamatan dan perlindungan risiko yang semakin baik. Kolaborasi lintas sektor juga membuka ruang bagi pengembangan solusi perlindungan yang lebih sesuai dengan karakteristik kegiatan pelayaran dan wisata bahari di Indonesia.

Dengan semangat "Melayani Sepenuh Hati", PT Jasaraharja Putera akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung terciptanya sektor maritim dan pariwisata bahari yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan industri dalam mendorong pengembangan pariwisata bahari yang aman.

Lihat juga Video 'Menpar Larang Wisata Bahari di Labuan Bajo gegara Cuaca Ekstrem':

(jbr/jbr)


Berita Terkait