Permintaan klarifikasi ini diajukan sejumlah anggota DPR dalam rapat kerja antara Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Menhan Juwono Sudarsono dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2007).
"Tentang kasus penyelundupan mobil mewah sebagai calon Panglima TNI, KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso harus mengklarifikasi tentang persoalan itu," kata anggota Komisi I DPR Permadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PDIP ini juga meminta agar kasus senjata milik mendiang Brigjen TNI Koesmayadi dibuka lagi.
Anggota Komisi I dari FPG Happy Bone Zulkarnaen mengatakan hal senada. Menurutnya, klarifikasi sangat penting agar tidak menjadi hambatan dalam fit and proper test calon Panglima TNI.
"Soal mobil mewah itu, klarifikasi dari calon Panglima TNI akan lebih baik dilakukan sebelum fit and proper test," ujarnya.
(aan/sss)











































