"Negara maju diharapkan dapat membantu dalam investasi pelestarian lingkungan di negara-negara berkembang sehingga upaya mendorong program forestry dapat berjalan," jelas Rachmat dalam sambutannya di sidang Konferensi Perubahan Iklim 2007 di Hotel Westin, Nusa Dua, bali, Senin (3/11/2007).
Menurut Rachmat, setiap program pemberdayaan hutan guna mengurangi emisi gas buang yang dilakukan negara-negara berkembang harus diberikan insentif. "Hal ini tentu saja pada akhirnya dapat meningkatkan investasi di negara-negara berkembang dan pada akhirnya dapat menggerakkan perekonomian," ujar dia.
Dikatakan Rachmat, jika program pelestarian hutan ini terus dapat berjalan, maka hal ini dapat berperan dalam mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang. "Karena itu program-program pelestarian lingkungan harus terus didorong," tambah dia.
Dalam sambutannya, Rachmat juga berharap dari pertemuan ini juga akan ditemukan teknologi-teknologi yang ramah lingkungan yang dapat dikembangkan untuk kesejahteraan manusia.
"Investasi dari negara maju dalam pengembangan teknologi yang ramah lingkungan juga perlu untuk mendukung gerakan sehingga dapat mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kerusakan lingkungan, karena kerusakan lingkungan jika tidak dicegah akan menimbulkan biaya yang tinggi," tutur dia. (dnl/asy)











































