Di Warakas, misalnya. Di kelurahan yang menjadi target penggusuran itu, sampah menjadi penghuni baru kawasan tersebut. Sedikitnya 500-1000 m3 sampah per hari menumpuk di situ. Tingginya intensitas sampah tersebut karena berbatasan dengan pasar dan pemukiman padat.
Demikian pula di kolong tol Lodan hingga Rawa Bebek, Penjaringan. Di tempat itu lebih beragam. Tidak hanya sampah melainkan juga untuk menaruh barang dagangan, kotak kayu, hingga material bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firman yang asli Indramayu tidak sendiri. Ia bersama 7 pemulung lain mengais sampah-sampah itu. Bagi mereka, sampah merupakan berkah.
"Jadi nggak harus jauh-jauh ke Pegangsaan Dua. Saya tinggal di Kalibaru, cukup setengah jam jalan," ujarnya.
Menurut sumber di Walikota Jakarta Utara, penataan kolong tol baru akan dilakukan awal tahun 2008. Nantinya kolong tol akan disulap menjadi taman atau sarana olahraga seperti lapangan bulu tangkis.
(Ari/ana)











































