Sempat Gagal Dua Kali, Ramdhan Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN

Sempat Gagal Dua Kali, Ramdhan Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 20:08 WIB
Sempat Gagal Dua Kali, Ramdhan Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN
Foto: Kemendagri
Jakarta -

Muhammad Ramdhan berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) setelah melalui perjuangan panjang. Putra daerah tersebut sempat dua kali gagal dalam seleksi masuk IPDN sebelum akhirnya lolos pada percobaan ketiga.

Tekadnya untuk berkuliah di IPDN tumbuh karena hampir setiap hari ia melewati gerbang kampus tersebut dan melihat aktivitas petugas keamanan dalam (PKD).

"Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus," ujar Ramdhan dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramdhan bercerita ketika terpuruk, sang ayah yang merupakan pensiunan Polri berpangkat Ipda dan ibu pensiunan guru terus menyemangati dan memotivasi untuk mencoba lagi. Kedua orang tuanya begitu yakin ia akan menjadi Praja IPDN.

Usai gagal pada seleksi pertama, Ramdhan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi IPDN kembali. Ia rutin belajar dan berlatih fisik, namun kembali gagal pada percobaan kedua. Meski demikian, Ramdhan tidak menyerah dan tetap mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang meyakini setiap proses membutuhkan waktu.

"Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. [Orang tua bilang] hasil yang baik itu pasti akan datang di waktu yang tepat," kata Ramdhan.

Ramdhan mengaku dukungan kedua orang tuanya menjadi motivasi untuk terus mencoba. Ia memanfaatkan kegagalan pada dua seleksi sebelumnya sebagai bahan evaluasi, mulai dari mempelajari pola soal dalam Computer Assisted Test (CAT), menyusun strategi mengerjakan soal, hingga melatih manajemen waktu.

Di tahun ketiga, usaha Ramdhan membuahkan hasil saat diterima menjadi calon Praja Angkatan XXXIII pada tahun 2022. "Setiap kali melewati kampus itu, keinginan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga," katanya.

Selama tiga kali tes, Ramdhan mengaku tak mengeluarkan biaya selain ongkos transport dan ujian SKD. Sebaliknya, ia justru bersyukur bisa membantu meringankan beban orang tua mengingat semua fasilitas yang ia terima selama studi di IPDN didapatkan secara gratis.

"Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara," ucapnya.

Setelah diterima sebagai praja Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan berkomitmen menjalani pendidikan dengan disiplin dan konsisten. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Sapta Abdi Praja, yang diberikan kepada sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Ia mengaku prestasi itu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, sekaligus mengantarkannya mengikuti pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan (bilang) ingin saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah," tutupnya.

(akd/ega)


Berita Terkait