Badan Narkotika Nasional RI (BNN) berupaya untuk memperkuat literasi dan ketahanan generasi muda dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang. Upaya tersebut ditunjukkan melalui Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka (UNMA), Majalengka, Jawa Barat (Jabar), yang menghadirkan Kepala BNN Komjen Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto sebagai narasumber.
Acara ini mengusung tema 'Membangun Resiliensi Generasi Muda di Tengah Ancaman Narkotika'. Dalam kesempatan ini, Suyudi mengatakan saat ini Indonesia tengah bekerja keras menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Indonesia memiliki mimpi agar peringatan satu abad kemerdekaan, mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.
"Artinya dapat berdaulat secara ekonomi dan tumbuh dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kemajuan ekonomi, infrastruktur, teknologi," ujar Suyudi, dalam agenda Kuliah Umum Nasional di UNMA, Majalengka, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyudi menyebut Indonesia Emas 2045 tidak dapat terwujud apabila generasi muda kehilangan kesehatan karakter dan integritas. Ia menyebut indikator negara maju lebih dari sekadar infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi baru seperti jalan, bandara, hingga pabrik.
"Semua itu akan kehilangan apabila manusia yang awal mulanya tidak sehat, tidak berkarakter. dan terjerat narkoba," kata Suyudi.
"Oleh karenanya, melindungi generasi muda dari narkotika bukan hanya sebagai agenda kesehatan atau masalah hukum semata. Ini adalah agenda pembangunan nasional," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNMA Dr Otong Syuhada menyebut penyalahgunaan narkotika bisa merusak organ tubuh, khususnya otak (prefrontal cortex). Prefrontal cortex memiliki fungsi eksekutif berupa pengambilan keputusan, pengendalian emosi, dan perilaku sosial.
"Ketika bagian otak ini terkontaminasi, seorang pelajar atau mahasiswa akan kehilangan kapasitas akademisnya. Dalam hal ini, penurunan kognitif secara drastis hingga mengalami gangguan psikiatris seperti kecemasan akut dan depresi," kata Otong.
"Oleh karena itu, Universitas Majalengka memandang penyalahgunaan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ini sebuah epidemi kesehatan yang mengancam hilangnya potensi raihan bonus demografi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045," sambungnya.
Sementara, Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi acara ini sekaligus meminta dukungan kolaboratif dari berbagai pihak.
"Kami sangat berharap sinergitas yang terjalin dapat semakin kokoh agar kasus peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Majalengka bisa secara masif dicegah dan dihentikan peredarannya. Langkah tegas dan kolaboratif ini menjadi sebuah keharusan demi memastikan seluruh lapisan masyarakat Majalengka merasa aman, terlindungi, dan tidak terjerumus ke dalam jurang bahaya narkotika yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda kita," kata Eman.
Melalui acara Kuliah Umum Nasional, BNN menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda), dan kampus dalam menghadapi ancaman narkotika.
Sebagai informasi, acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, Direktur Transmedia Latif Harnoko, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Majalengka, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Adapun Kuliah Umum Nasional didukung oleh Bank Mandiri, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, yang berupaya untuk mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda.
Tonton juga video "Detik-detik BNN Sumut Gerebek Home Industry Pod Getar di Medan"
(akn/ega)









































