Bandara Terbakar, Masalah Besar Bagi Pariwisata Sumut

Bandara Terbakar, Masalah Besar Bagi Pariwisata Sumut

- detikNews
Minggu, 02 Des 2007 18:24 WIB
Medan - Kebakaran yang terjadi Bandara Internasional Polonia Medan secara tidak langsung berdampak ke industri pariwisata Sumatera Utara (Sumut). Kepercayaan pariwisata internasional diperkirakan akan menurun terhadap keselamatan bandara di Indonesia.

Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Pariwisata Daerah (Bawisda) Sumut Ranti Tobing kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Minggu (2/12/2007) usai meninjau sisa kebakaran di terminal keberangkatan domestik Polonia.

"Pasti ada dampaknya. Terutama kepercayaan internasional terhadap keselamatan bandara kita. Apalagi Polonia sudah dua kali terbakar, dua tahun berturut-turut. Ini masalah besar bagi pariwisata," kata Ranti Tobing yang juga pemilik Hotel Toledo di kawasan Danau Toba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah bermacam isu yang mengguncang dunia pariwisata di dalam negeri, secara khusus ke Sumut. Satu persatu persoalan coba diselesaikan. Namun, masalah baru kembali muncul. Yang cukup mengesalkan Tobing, unsur kecerobohan sangat besar dalam bencana kebakaran bandara ini. Dengan kondisi ini, maka industri wisata hanya bia menerima imbas.

"Namun tentu saja kita akan berupaya memulihkan kepercayaan dunia internasional. Apalagi dalam waktu dekat, akan ada beberapa event wisata internasional di Sumut. Yang pasti tahun 2008 mendatang, ada kejuaraan paralayang di Danau Toba," ujarnya.

Dengan situasi ini, maka pemerintah pusat, daerah maupun PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Polonia Medan diminta untuk segera memulihkan keadaan bandara sehingga aspek keamanan akan sangat terjaga.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menyebutkan, pad atahun 2006 wisatawan asing yang datang ke Sumut berjumlah 121.846 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 109.574 masuk melalui Bandara Polonia Medan. Selebihnya dari pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai. Turis-turis itu umumnya datang dari Malaysia, Singapura dan Thailand.
(rul/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads