×
Ad

Sadisnya Saepul Mutilasi Pria Kenalan di Medsos

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 08:09 WIB
Saepul, pelaku pembunuhan dan mutilasi pria di Depok ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026) subuh. (Dok. Istimewa)
Depok -

Misteri mayat tanpa kaki yang diduga korban mutilasi di Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, akhirnya terkuak. Korban pria berinisial K (51) ternyata dibunuh sesama pria yang merupakan kenalannya di media sosial.

Mayat mutilasi itu ditemukan oleh warga pada Selasa sore, 4 Agustus 2026. Jasad mutilasi tersebut dibungkus karung beras yang di dalamnya dibungkus kresek hitam.

Karung isi mayat itu sudah teronggok di tanah kosong tersebut sejak 24 Juli 2026. Warga tak ada yang menyangka kardus tersebut berisi jenazah manusia, sampai akhirnya pada Selasa, 4 Agustus. warga berinisiatif membakar karung yang dikiranya berisi sampah.

Temuan mayat tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek Pancoran Mas yang ditindaklanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak kepolisian juga mengidentifikasi jenazah yang belakangan diketahui berinisial K, warga Cipayung, Depok.

Berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, serta keterangan saksi, dan bukti-bukti lainnya, penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada pria bernama Saepul (26). Saepul akhirnya ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Rabu (5/8/2026).

Lantas apa motif Saepul membunuh korban? Simak berikut informasi lengkapnya dirangkum detikcom, Kamis (6/8).

Pelaku Mutilasi Ditangkap di Pandeglang

Setelah temuan mayat mutilasi tersebut, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak melakukan penyelidikan. Tim yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy akhirnya menangkap pelaku bernama Saepul di Pandeglang, Banten.

"Pelaku ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya hari Rabu, tanggal 5 Agustus 2026, pukul 04.15 WIB, di Pandeglang, Banten, saat melarikan diri," kata Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika saat dihubungi detikcom.

Korban Dibunuh Pria Kenalan di Medsos

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap Saepul (26), pelaku mutilasi jasad K (51) yang ditemukan dalam karung di Pancoran Mas, Kota Depok. Polisi mengungkapkan, pelaku dan korban saling kenal melalui media sosial.

"Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Saepul (S) dan korban berkenalan melalui media sosial," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (5/8).

Setelah berkenalan, korban dan pelaku sepakat bertemu. Pertemuan dilakukan di sebuah kontrakan wilayah Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026.



Kontrakan Saepul Pelaku Mutilasi Pria di Depok Dipasangi Garis Polisi (Devi Puspitasari/detikcom)

Cekcok Berujung Korban Digorok

Dari pertemuan tersebut, korban dan pelaku terlibat cekcok. Akhirnya pelaku pun menghabisi nyawa korban.

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ungkap Budi.

Potongan Kaki Dibuang ke Kali

Dalam pemeriksaan polisi, Saepul mengaku telah memutilasi korban. Potongan kaki korban dibuang Saepul ke kali untuk menghilangkan jejaknya.

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah," tutur Budi.

"Sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," sambungnya.



Polisi mengecek temuan mayat mutilasi di tanah kosong Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026). (Devi Puspitasari/detikcom)

Kronologi Saepul Mutilasi Pria

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, awalnya K berkenalan dengan pelaku Saepul melalui media sosial. Perkenalan itu berlanjut hingga keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah kontrakan kawasan Cipayung, Kota Depok.

"Saepul (SA) dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026," ujar Budi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan keduanya ini ternyata menimbulkan cekcok. Dari cekcok ini, Saepul lantas menghabisi nyawa K dengan menusuknya menggunakan pisau.

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," jelas Budi.

Setelah memastikan K tewas, Saepul berupa menghilangkan jejak. Saepul pun memotong bagian pangkal paha korban, lalu membungkusnya secara terpisah dengan bagian badan korban menggunakan karung.

"Pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," kata Budi.

Setelah membuang jasad, Saepul langsung membawa kabur sepeda motor milik Kunaefi. Ia membawanya ke wilayah Panimbang, Pandeglang, Banteng, kemudian menjualnya.



Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Saepul (26) pelaku pembunuhan sekaligus mutilasi pria bernama KNF (51) di Cipayung, Kota Depok. (Dok. Istimewa)

Pengakuan Saepul Mutilasi Korban

Dalam rekaman video yang diterima wartawan, pelaku mengaku kesal karena ditampar oleh korban saat terjadi cekcok mulut. Pelaku kemudian membalas korban dengan menusuknya di bagian perut dan leher.

"Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Terus saya tak dorong kan, saya mau teriak terus saya didorong dari tangga. Udah telanjur didorong ke bawah, saya ambil pisau lah, saya tusuk di bagian sininya (pinggang)," kata Saepul dalam rekaman video.

Emosional Saepul memuncak kala korban memberikan perlawanan. Dia kemudian menusuk korban di bagian perut hingga korban terluka.

"Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, Bang. Terus saya pegang aja kepalanya, tangan dia kan udah nggak bisa (melawan) karena megang perut, terus saya pegang aja kepalanya, terus saya gorok," ungkpanya.

Saepul mengaku memutilasi jasad korban karena tidak sanggup menggotong jenazah korban. Saepul memutilasi korban untuk menghilangkan jejaknya.

"Karena susah bawanya juga, Bang, di situ kan ramai orang dan perumahan juga," kata Saepul saat ditanya alasan memutilasi.

Tonton juga video "Saepul Pemutilasi di Depok Ditangkap Saat Kabur ke Pandeglang!"




(mea/mea)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork