8 Jam Jadi Pembantu, Yuni Sikat Harta Majikan

8 Jam Jadi Pembantu, Yuni Sikat Harta Majikan

- detikNews
Minggu, 02 Des 2007 15:43 WIB
8 Jam Jadi Pembantu, Yuni Sikat Harta Majikan
Jakarta - Memang susah-susah gampang mencari pembantu di Jakarta. Salah-salah, harta majikan malah digasak. Di Sunter, Jakarta Utara, pembantu mencuri harta majikan padahal baru bekerja 8 jam. Duh!

Korban yang merupakan wanita paruh baya, tinggal di Perum Griya Inti Sentosa Sunter, Jakarta. Dia tinggal sendirian dan mencari pembantu lewat pamflet iklan yang ditempel di jalanan.

Adalah Suparno (33) yang menjawab telepon yang dipasang dalam iklan. Suparno yang mengaku agen penyalur pembantu, menyanggupi mengirim Yuni (23), pembantu baru. Yuni diantar Solihin (23) lengkap dengan baju satu koper layaknya pembantu baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Majikan Yuni tidak curiga, saat Yuni diantar pada Sabtu 1 Desember 2007 pukul 7.30 WIB. Yuni langusng bekerja layaknya pembantu baru. 8 Jam kemudian, pada pukul 15.30 WIB, sang majikan pergi meninggalkan Yuni sendirian untuk mengambil laundry.

Kesempatan ini digunakan Yuni untuk menggasak harta korban di kamar lantai 2. Yuni mengambil perhiasan, ponsel dan uang tunai Rp 1,6 juta. Yuni langsung dijemput Nurul (25) di depan rumah yang sudah menyewa taksi. Wuuuusssh...... mereka pun kabur.

Sang majikan terkejut bukan kepalang mengetahui hartanya hilang. Untung dia sempat mencatat alamat KTP Yuni di Perum Malaka Country, Jl Malaka Raya, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Polisi dari Polres Jakarta Utara yang menerima laporan kasus ini langsung bergerak Sabtu malam.

4 Orang yang berkomplot ini pun dibekuk pada alamat yang dimaksud dan langsung mendekam di tahanan Polres Jakut. Suparno yang mencoba kabur terpaksa ditembak kakinya. Kepada para wartawan, Yuni mengakui perbuatannya.

"Saya hanya disuruh Nurul, saya baru 3 bulan di Jakarta. Saya dari Magelang dan ditampung di Pondok Kopi," kata Yuni di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Minggu (2/12/2007).

Mereka selalu mempersiapkan aksi di rumah yang merupakan kediaman Nurul itu. Ini adalah aksi kedua bagi Yuni yang tampak lugu ini. Aksi pertama sukses karena sang majikan tidak menanyakan KTP Yuni dan langsung berangkat kerja.

"Kalau sukses, saya diberi bagian Rp 100 ribu," ujar Yuni penuh nada sesal.
(fay/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads