Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya

Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 07:13 WIB
Mardani Ali Sera di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).
Foto: Mardani Ali Sera (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

PDIP dan Golkar saling berbalas pernyataan perihal oposisi dan posisi di dalam pemerintahan. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan dua posisi tersebut sama mulianya.

"Jadi oposisi itu mulia. Sama mulianya dengan berkoalisi. Asal semua untuk kepentingan rakyat," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, PKS merupakan partai yang sempat menjadi oposisi pemerintah selama 10 tahun, lalu saat ini menjadi bagian dari pemerintah. Mardani lalu mengatakan kedua posisi itu mulia selama membela rakyat.

"Di koalisi membela rakyatnya jelas, pembangunan, menyejahterakan, membangun infrastruktur hingga menghadirkan pendidikan berkualitas dan kesehatan terjangkau," ucap dia.

"Jadi oposisi penting, jaga biar pemerintah kerja untuk rakyat. Check and balances dan juga menjadi corong suara rakyat," lanjut dia.

Anggota Komisi II DPR ini menekankan semua partai politik punya kewajiban menjaga rakyat. Dengan begitu, keduanya bisa mulia.

Namun demikian, Mardani mengakui bahwa posisi oposisi lebih menonjol daripada berada di koalisi. "Oposisi lebih terlihat menonjol, karena bisa bersuara keras. Tapi di koalisi mesti banyak kerja," imbuhnya.

Saling balas pernyataan ini dimulai setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa partainya tidak terbiasa menjadi oposisi. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat Musda XI DPD Golkar Sumatera Selatan, Minggu (2/8).

"Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi," kata Bahlil.

Pernyataan PDIP

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira lalu merespons pernyataan Bahlil. Andreas mengatakan prinsip berpolitik PDIP bukan untuk mencari enaknya.

"Nggak tahu saya. Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk cari enak," kata Andreas saat dihubungi, Senin (3/8).

Golkar Membalas

Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menjelaskan posisi partainya tak pernah menjadi oposisi lantaran konsisten untuk mendukung pembangunan. Golkar menjawab pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, yang mengatakan politik bukan hanya mencari enaknya.

"Masing-masing partai politik memiliki ideologi, nilai, doktrin, konsep, dan cara di dalam menjalankan perannya. Golkar adalah partai politik berideologikan Pancasila, yang mengembangkan paradigma developmentalism, melalui doktrin karya kekaryaan," kata Doli kepada wartawan, Rabu (5/6).

Doli mengatakan Golkar konsisten sebagai partai politik mengusung konsep pembangunan. Ia mengakui Golkar tak pernah mengenal oposisi.

"Jadi, sejak berdiri, mulai dari Sekber, kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar, hingga sekarang, Golkar konsisten sebagai partai politik yang ber-'genre' pembangunan, yang 'click' atau compatible dengan lingkungan atau ekosistem pemerintahan," ujar Doli.

"Itulah karakteristik Partai Golkar yang tentu berbeda dengan karakteristik partai politik lain. Jadi Golkar memang tidak pernah mengenal posisi oposisi. Apalagi Indonesia memang sistem pemerintahannya adalah presidensial, yang juga tidak pernah mengenal oposisi," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(maa/lir)


Berita Terkait