Β
Hal tersebut disampaikan oleh Kasatgas PPIH untuk Armina M Sukiman Azmi di Madinah, Sabtu (1/12/2007) malam. Tahun lalu, menurutnya, pelaksanaan wukuf di Arafah menjadi tugas PPIH Daker Jeddah, mabit di Mudzalifah ditangani Daker Makkah dan mabit serta lempar jamarat ditangani Daker Madinah.
"Dengan berbagai pertimbangan sesuai kebijakan Menteri Agama operasional Arafah ditangani Daker Madinah, Mudzalifah ditangani Daker Jeddah, sedangkan Daker Makkah yang memiliki lebih banyak petugas dan peralatan menangani mabit tiga hari di Mina hingga seluruh pelontaran jamarat," paparnya.
Dengan perubahan wilayah kerja tersebut maka para petugas di Daker Madinah harus sudah siap di Arafah seminggu sebelum wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah (19/12/2007). Para petugas Daker Madinah harus menyiapkan kemah, tamu yang akan datang, konsumsi maupun acaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tim khusus itu adalah satu tim bertugas menangani safarui wukuf bagi jamaah berhalangan, satu tim untuk catering dan satu tim lagi menangani pemberangkatan jamaah yang dari Makkah langsug ke Mina tanpa melewatiu Arafah. Meskipun jumlah jamaah ini sangat kecil namun demikian PPIH tetap harus memantaunya.
Lebih lanjut, Sukiman yakin pelaksanaan pelontaran jamarah atau jumrah tahun ini akan lebih lancar disbanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan saat ini jalan pelintasan jamaah menuju lokasi pelontaran telah ditambah menjadi tiga lantai. Selain itu jadwal pelontaran sudah diatur ketat agar tidak saling berdesakan.
"Kita akan menahan jamaah kita yang hendak melakukan pelontaran di luar jadwal pelontaramn bagi jamaah Indonesia seperti yang diatur oleh Kementrian Haji Arab Saudi. Selain itu pihak muassasah juga akan mengunci pintu maktab Mina bagi jamaah Indonesia di luar jadwal pelontaran," kata dia.
Tahun ini, jamaah Indonesia tidak diperkenankan melakukan pelontaran antara pukul 06.00 hingga pukul 12.00 WAS. Alasannya, dikhawatirkan jamaah kita yang berbadan kecil akan terdesak-desak dan bahkan terinjak-injak oleh jamaah negara lain yang tubuh besar karena berebut melontar pada jam-jam utama tersebut.
Β
Untuk memperlancar proses lontar jamarat bagi jamaah Indonesia dan menahan jamaah yang ingin melontar di luar jadwal, PPIH membetuk 16 sub pos di jembatan pelontaran yaitu lantai bawah delapan sub pos, lantai dua dan tiga masing-masing empat sub pos. Selain itu masih akan ditambah satu pos komando taktis (kotis).
(mbr/ary)











































